دورية أكاديمية

MODEL GERAKAN DAKWA KEAGAMAAN MUHAMMADIYAH: Studi Etnografi di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur

التفاصيل البيبلوغرافية
العنوان: MODEL GERAKAN DAKWA KEAGAMAAN MUHAMMADIYAH: Studi Etnografi di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur
المؤلفون: Puspita Handayani, Ima Faizah, dan Mocham
المصدر: Jurnal Sosiologi Reflektif, Vol 15, Iss 1, Pp 103-116 (2020)
بيانات النشر: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2020.
سنة النشر: 2020
المجموعة: LCC:Islam
LCC:Sociology (General)
مصطلحات موضوعية: muhammadiyah sidoarjo, religious da'wah movement, and model of da’wah, Islam, BP1-253, Sociology (General), HM401-1281
الوصف: Muhammadiyah is one of the two biggest Islamic organizations in Indonesia. Since it was founded on November 18, 1912 in Yogjakarta by K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah is known as the Islamic missionary movement of 'Amar ma'ruf nahi munkar (invite to do good and prevent evil deeds) to broadcast Islamic teachings from a humanist point of view and return to the Al-Qur'an and Hadith. Because of this model, Muhammadiyah becomes less attractive for most Muslim community, due to the religious patterns of the Javanese people that are heavily influenced by Hindu and Buddhist traditions that are mixed within Islamic practices of Javanese Muslims. The purpose of this study is to determine the model of the Muhammadiyah religious da'wah movement in Sidoarjo Regency. By using a qualitative approach through ethnographic model, this paper aims to describe the conditions of the Muhammadiyah religious missionary movement. This research is limited to understand how the model of the Muhammadiyah religious da'wah movement at the Muhammadiyah regency and district branches in Sidoarjo Regency. The results show that the model of the religious da'wah movement of Muhammadiyah in the regency of Sidoarjo is originated come from a social movement, namely taking real actions to help the surrounding community. Muhammadiyah merupakan salah satu dari dua organisasi Islam besar di Indonesia. Sejak didirikan pada 18 Nopember 1912 di Yogjakarta oleh K.H. Ahmad Dahlan Muhammadiyah dikenal dengan Gerakan dakwah Islam ‘Amar Ma’ruf Nahi Munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) untuk menyiarkan ajaran Islam dari sudut pandang yang humanis dan kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits, karena model gerakan ini membuat Muhammadiyah kurang diminati oleh masyarakat muslim pada umumnya, disebabkan pola keagamaan masyarakat Jawa yang kental dengan tradisi-tradisi peninggalan Hindu dan Budha dikolaborasi dalam nilai-nilai kerohanian Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui model gerakan dakwah keagamaan Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif model etnografi, bertujuan untuk mendiskripsikan kondisi gerakan dakwah keagamaan Muhammadiyah. Penelitian ini dibatasi pada bagaimana model gerakan dakwah keagamaan Muhammadiyah di tingkat ranting dan cabang Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo. Ternyata dari hasil penelitian bisa ditemukan model gerakan dakwah keagamaan Muhammadiyah di tingkat ranting dan Cabang berawal dari gerakan sosial, yaitu melakukan aksi-aksi nyata membantu masyarakat sekitar.
نوع الوثيقة: article
وصف الملف: electronic resource
اللغة: English
Indonesian
تدمد: 1978-0362
2528-4177
Relation: http://ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/sosiologireflektif/article/view/1967; https://doaj.org/toc/1978-0362; https://doaj.org/toc/2528-4177
DOI: 10.14421/jsr.v15i1.1967
URL الوصول: https://doaj.org/article/16e925a2cf5b467babe37ea01a17409b
رقم الأكسشن: edsdoj.16e925a2cf5b467babe37ea01a17409b
قاعدة البيانات: Directory of Open Access Journals
الوصف
تدمد:19780362
25284177
DOI:10.14421/jsr.v15i1.1967